3 TV Series yang Berhasil Membuat Saya Terlambat Masuk Kantor

 

Hello internet!

Konten pertama blog ini akan saya isi dengan bahasan soal tontonan yang sedang saya ikuti saat ini. Isinya kurang lebih tentang macam-macam karya audio visual yang saya pikir pantas untuk dibagi dengan orang-orang banyak. Rencananya bahasan mengenai film, TV series, atau bentuk video lainnya ini akan terus berlanjut dan akan saya tandai dengan kategori #worthtowatch.

Okay then let’s do this.

Nggak bisa bohong, sekarang ini TV series luar negeri sudah jadi tontonan berkualitas yang cocok jadi pengisi waktu luang. Kualitas TV series dan film sekarang bisa dibilang sudah bisa bersaing dengan film. Elemen storyline, pemilihan aktor, desain produksi, continuity, sampai special effect pada TV series juga diproduksi dengan total dan niat abis. Menurut saya yang membuat TV series lebih bisa dinikmati dibanding film panjang adalah faktor durasinya. Dibanding dengan nonton feature film yang kebanyakan makan waktu hampir 2 jam, serial tv dinilai lebih cocok jadi tontonan wajib sebelum tidur.

Tapi pada akhirnya sih sebenarnya sama saja. Hampir semua TV series punya formula khusus di setiap episodenya. Karena bentuknya yang berupa serial, di akhir episode biasanya penonton bakal dikasih scene nanggung yang akan selalu membuat kita terikat dan penasaran untuk segera menonton episode selanjutnya. Tanpa sadar akhirnya waktu sudah menunjukkan jam 3 pagi dan satu season TV series sukses habis ditonton dalam semalam.

Dan inilah 3 judul TV series yang berhasil membuat saya terlambat bangun untuk masuk kantor:

1. Sherlock

bigbrother-news

Hal yang bikin saya tertarik sama kisah detektif legendaris Sherlock Holmes ini adalah setting waktu dalam ceritanya. Buat yang suka cerita detektif dan teknologi pasti suka sama tampilan Sherlock baru ini. Sherlock Holmes (Benedict Cumberbatch) diceritakan sebagai seorang detektif yang hidup di era modern. Sherlock Holmes yang terkesan jadul kini bekerja menggunakan berbagai teknologi yang ada di kehidupan modern, mulai dari membalas e-mail, menonton video, hingga adegan Sherlock ngetweet bisa kita temukan di serial ini. Bahkan Sherlock Holmes dikenal oleh masyarakat luas karena John Watson (Martin Freeman) selalu menuliskan setiap kisah penyelidikan kasus mereka dalam sebuah blog. Yes, John Watson is a blogger.

 

arthur-conan-doyle-writing-sherlock-watson

johnwatson.wordpress.com

 

Sejak dirilis tahun 2010, saat ini Sherlock sudah tayang sebanyak 4 season. Serial Sherlock ini termasuk dalam TV series yang lebih mirip seperti film sebenarnya. Rata-rata durasi dalam satu episode Sherlock bisa mencapai 90 menit alias satu setengah jam. Dalam satu season Sherlock hanya terdiri dari 3-4 episode saja. Selain itu Sherlock juga termasuk TV series yang ‘jahat’ karena penonton dibuat rela menunggu 2-3 tahun untuk kemunculan season barunya. Nggak bisa protes juga sih, pasti susah banget mencari waktu yang cocok dari aktor seperti Benedict Cumberbatch dan Martin Freeman (masih dilanjut juga udah untung!).

2. Black Mirrorblack-mirror-season-3-poster

Kadang saya suka mikir bagaimana teknologi akan mempengaruhi kehidupan manusia di masa depan. Sekarang saja sudah ada teknologi canggih seperti virtual reality atau augmented reality yang bisa menampilkan dunia buatan ke dalam dunia nyata. Semua bayangan saya akhirnya terjawab dalam TV series Black Mirror ini…….Tapi yang jelek-jeleknya.

Black Mirror akan membawa kita ke masa depan, dimana teknologi akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Tapi jangan harap kalau Black Mirror bakal kasih lihat kamu betapa indahnya hidup di masa depan, malahan serial ini bisa menjadi salah satu mimpi buruk kamu tentang masa depan.

 

black-mirror-masks

Everybody’s watching

 

Berbeda dengan TV series kebanyakan, setiap episode Black Mirror memiliki ceritanya masing-masing. Setiap episode memiliki desain cerita, aktor, dan setting waktu yang berbeda-beda tetapi dengan satu premis yang menjadi benang merahnya: the dark side of life and technology. Penonton akan diajak melihat bagaimana teknologi dan cara hidup kita saat ini sebenarnya memiliki berbagai dampak buruk yang mungkin terjadi pada kehidupan di masa depan.

Premis yang diangkat oleh Charlie Brooker, sang penulis selalu terasa nyata dan relate dalam kehidupan kita saat ini, mulai dari ide dimana kehidupan ditentukan oleh jumlah ‘like’ di media sosial, kekuatan hate speech di internet yang bisa berdampak pada hidup dan mati manusia, hingga sisi gelap dari teknologi artifical intellegence yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Nggak jarang perasaan depresi kadang muncul setelah nonton satu episode dari Black Mirror.

3. Stranger Thingsstrangerthingsthumbjpg-6ab191_1280w

Pada awalnya, saya nggak terlalu tertarik sama TV series yang satu ini, tetapi setelah banyak melihat pembahasannya di internet dan kemunculan para pemerannya di opening Golden Globes 2016, saya coba menonton Stranger Things dan ternyata……SERU!

Mengambil setting di tahun 1980-an, Stranger Things menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Will yang menghilang secara misterius dan bikin satu kampung heboh. Hilangnya anak kecil ini ternyata berhubungan dengan kehidupan dimensi lain yang merupakan tempat tinggal sosok monster yang jadi misteri dalam serial ini. Pokoknya satu kampung Hawkins berusaha untuk mencari anak kecil bernama Will Byers ini, mulai dari keluarga, teman teman satu gengnya, sampai kepolisian juga ikut turun tangan.

 

stranger_things_winona_ryder_still_3_h_2016

Room full of ‘bokeh’

Berbeda dengan Sherlock dan Black Mirror, Stranger Things termasuk dalam tipe TV series normal yang berdurasi 40 menit setiap episodenya. Tentu saja di setiap akhir episode bakal ada adegan nanggung yang berhasil membuat penasaran untuk lanjut menonton episode selanjutnya. Selain ceritanya, satu hal yang bikin saya tertarik adalah sosok Winona Ryder yang berperan sebagai Joyce Byers, ibu dari si anak hilang. Jujur, terakhir kali saya nonton Winona Ryder adalah dalam film Reality Bites makanya kaget juga lihat Winona Ryder ternyata sudah tua haha.

Karena Stranger Things ini serial yang baru saja selesai saya tonton season satunya, kayaknya nanti bakal saya masukin dalam satu postingan sendiri ya.


Wow, panjang juga ya saya nulis. Pokoknya itu tadi 3 TV series #worthtowatch yang saya bikin berdasarkan selera pribadi saja. Urutan tidak menentukan apa apa, murni suka-suka. Boleh dicoba ditonton kalau ada waktu, kalau kamu suka sama hal-hal berbau misteri dan teknologi pasti suka sama 3 TV series di atas.

See you on the next post!

Advertisements

Start blogging in 2017, really?

Hello internet! I know this is a decade too late to start writing a blog. But someone has to start somewhere, isn’t it?

In this blog, I will write mostly about stuff I like such as film, tv series, food, travel stories, and some weird things that I think I have to share. I don’t know why I write the first post in English, but everything in English sound so much cooler than Bahasa Indonesia. Am I right?

But mainly I will write the blog in Bahasa Indonesia.

Okay, semoga blog saya yang sekarang ini bisa bertahan lebih lama dan tidak ikut menjadi bangkai-bangkai blog yang hanya menuh-menuhin bandwith website blog gratis.